Operator Sekolah: Cara Menulis Sebuah Prosa

Cara Menulis Sebuah Prosa

Menulis sebuah prosa - Hal dasar yang membedakan antara puisi dan prosa adalah bentuk atau kerangka penulisan, Puisi lebih cenderung berisi penggalan-penggalan penting dari sebuah kisah, sedangkan prosa bisa berujud paparan dari kisah, seperti dalam tulisan berikut :

* Sepenggal kisah yang enggan hilang
* Yang tak penah kembali
* Terpenjara Lorong waktu

Dalam tulisan tersebut terdapat sebuah kisah yang disampaikan dalam bentuk yang nyata namun tersamar dalam beberapa penggalan yang masih dapat dikembangkan lebih jauh, atau bisa dijadikan sebagai kerangka dasar sebuah karangan atau prosa berbentuk Roman atau Novel atau Cerpen,,,,

contoh 1 :

Kita pernah lalui jalan ini bersama-sama, bercanda, tertawa riang, bertengkar dan saling diam, saling genggam, mesra dan bersahaja, masih jelas kudengar tawamu, masih terasa sedu sedanmu, masih hangat genggaman tanganmu, bahkan tatapanmu masih menghunjam sanubariku, ada yang tidak sama lagi ketika kulalui jalan ini, meski jejak kita tak pernah hilang, namun kini aku melangkah seorang diri

contoh 2 :

Aku terpaku, duduk termenung menatap butir demi butir air yang jatuh dari langit, yeah,,, hujan gerimis mulai turun, satu persatu butirannya mulai membasahi tenda kecilku, sementara kaupun terdiam membisu menatap kosong kejauhan berselimut kabut tebal,,,, awan gelap menyelimuti sang mentari seolah-olah langit turut berduka disenja itu

contoh 3 : Renungan iseng menjelang pagi

Sewaktu masa saya bersekolah, kami diajarkan ujar-ujar atau pepatah, pantun, syair dan bermacam-2 sastra bahkan ada pelajaran menulis indah, bekal pengetahuan sastra dan tata bahasa Indonesia sempat membuat Guru bahasa Indonesia ketika saya SMA menjadi curiga karena setiap ulangan nilai saya tidak pernah di bawah angka 9,,, wakakakakakakaka

Pada masa itu saya sempat berfikir begini, Kurikulum bahasa Indonesia ini aneh, masak kami harus diajar berbahasa kami sendiri, kalau bahasa Arab, atau bahasa Inggris, wajar diajarkakn karena memang bahasa asing, Setelah melewati berbagai pengalaman dan perluasan wawasan, baru terasa betapa pentingnya memahami bahasa Indonesia karena ternyata tidak semua Masyarakat atau penduduk Nusantara ini memahami bahasanya sendiri, artinya, banyak yang bisa berbahasa Indoneisa, tapi tidak semuanya memahami bahasa Indonesia. Hingga sekarang ini, Apalagi ketika sudah masuk kedalam tata bahasa yang bersifat satir, semakin sedikit yang dapat memahami makna tersirat maupun makna tersurat yang terkandung dalam kalimat berbahasa Indonesia. ,Semoga bermanfaat

Sumber: Taufik Lone

0 Response to "Cara Menulis Sebuah Prosa"

Post a Comment

saya minta maaf ! Komentar yang tidak relevan dengan konten tidak akan saya terbitkan. Jika Mengcopas Artikel Blog Ini, Mohon Untuk Menampilkan Link Sumber.